Salam
sejahtera untuk kita semua, sahabat indoalres Air merupakan sebuah komponen
penting dalam budidaya Ikan. Oleh sebab itu, di dalam air ikan dan hewan air
lainnya hidup, tumbuh, dan berkembang. Sebagian besar air yang dapat memenuhi kriteria
untuk budidaya ikan yaitu air yang memiliki banyak plankton dan oksigen,
plankton sebagai makanan tambahan untuk bibit / benih ikan yang baru di tebar
kedalam kolam.
Pengelolaan
Kualitas air dapat digunakan sebagai budidaya ikan yang memiliki standar
kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan persyaratan daur hidup ikan didalam
air.
oke sahabat indoalres semuanya berikut ini Cara yang umum dilakukan dalam
pengelolaan kualitas air pada budidaya ikan adalah melakukan pergantian air
secara berkala. Dengan cara demikian air di dalam kolam akan selalu berganti
dan mutunya tetap terjaga dan memenuhi kebutuhan ikan untuk hidup.
PENGELOLAAN
KUALITAS AIR UTUK BUDIDAYA IKAN
Oke sahabat semuanya kita ambil dari artike “Penyuluh Perikanan ” yang
menjelaskan Parameter kualitas air pada proses budidaya ikan
berperan dalam menciptakan suasana lingkungan hidup ikan, agar perairan kolam
mampu memberikan suasana yang nyaman bagi pergerakan ikan yaitu tersedianya air
yang cukup untuk menciptakan kualitas air yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan.
Agar
persyaratan kuantitas dan kualitas air budidaya dapat terpenuhi, keberhasilan
budidaya ikansangat dipengaruhi oleh lingkungan perairan.
Lingkungan yang baik akan mampu memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan
perkembangan ikan, sedangkan lingkungan perairan yang kurang baik akan
menghambat terhadap stimulus yang diberikan dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan ikan.
Agar lingkungan perairan kolam mampu menyediakan suasana yang optimal bagi
kehidupan (survival rate) dan pertumbuhan ikan optimal, sehingga pada akhir
masa pemeliharaan dapat diperoleh produktifitas kolam yang tinggi.
Parameter Kualitas Air
Suhu
Setiap kenaikan suhu 10
0C akan mempercepat laju reaksi kimia sebesar 2 kali. Racun Amoniak (NH3)
berbanding lurus dengan kenaikan suhu, semakin tinggi suhu maka semakin tinggi
kadar amoniaknya.
Salinitas (Kadar garam)
Salinitas adalah suatu
ukuran yang menggambarkan banyaknya garm-garam yang terlarut di dalam air. Pada
suatu tingkat salinitas tertentu ikan air tawar masih dapat hidup, tetapi
bibit-bibit penyakit penyebab infeksi tidak dapat hidup.
Kesadahan
Derajat Kesaman (pH)
Kesadahan adalah
gambaran konsentrasi garam kalsium dan magnesium yang larut dalam air.
Kesadahan berfungsi sebagai penjaga kesetabilan pH air. pH air yang stabil akan
meningkatkan ketahanan tubuh ikan dan mempercepat penyembuhan ikan yang terkena
penyakit.
Namun demikian
garam-garam yang larut di dalamnya sebagian hilang karena diserap oleh tubuh
ikan dan digunakan untuk menetralisir racun dari kotoran-kotoran yang
dikeluarkan ikan. Untuk mengembalikannya perlu penambahan garam dan kapur,
Pembusukan zat organik
di dalam air, serta turunnya hujan dan pencemaran air limbah industri, maka
angka pH kolam atau tambak berubah menjadi tinggi pada siang hari dan menjadi
rendah pada malam hari.
Umumnya pH paling
rendah terjadi pada waktu fajar dan paling tinggi pada siang hari. Hal ini
bertolak belakang dengan kadar oksigen terlarut. Cara mengatasinya adalah
mempercepat proses penguraian dengan kapur, probiotik. Sebaliknya jika pH
kelewat tinggi air harus diganti dan aerator perlu dijalankan.
Oksigen Terlarut,
Sebagai makhluk hidup
ikan dan hewan air lainnya memerlukan oksigen terlarut demi kelangsungan hidup
dan pertumbuhannya. Di dalam kolam atau tambak, sumbernya berasal dari
fotosintesis fitoplankton dan diffuse udara.
Namun, pada konsentrasi
yang berlebihan dapat mengakibatkan kematian dengan terjadinya emboli dalam
pembuluh darah akibat terlalu banyak gelembung udara (gas buble disease),
keadaan seperti ini sering terjadi pada kolam atau tambak yang kelewat subur.
Amoniak
Amoniak sebagai
metabolisme ikan atau hewan air lainnya dan penguraian zat organic merupakan
racun bagi ikan.
Amoniak di dalam air
berwujud NH3 dan ion NH4, khusus NH3 sangat beracun bagi ikan, sedangkan NH4
asal tidak melebihi 3 ppm relative tidak berbahaya. Bila pH tinggi dan temperatur
tinggi maka sebagian besar amoniak berubah menjadi NH3.
Metode yang paling aman
untuk menghindari pembentukan amoniak yang terlalu tinggi di kolam atau tambak
adalah dengan melakukan persiapan kolam atau tambak dengan baik.
Hidrogen Sulfida (H2S)
Hidrogen Sulfida
merupakan gas beracun yang dapat larut dalam air, akumulasinya di kolam atau
tambak biasanya ditandai dengan endapan lumpur berbau khas, sumber utamanya
adalah hasil dekomposisi sisa-sisa plankton, kotoran, dan bahan organik
lainnya. Daya racun H2S tergantung suhu, pH dan oksigen terlarut.
0 Komentar