Sepekan belakangan, banjir
melanda Jalan Lintas Timur Sumatera di Kabupaten Pelalawan, Riau. Akibatnya,
sejumlah mobil dan sepeda motor mogok, karena ketinggian air mencapai 60
centimeter.
Untuk mengatasi lalu lintas,
Polres Pelalawan dan jajarannya menempatkan sejumlah personel berjaga di lokasi
banjir. Sejumlah mobil dan sepeda motor yang mogok didorong polisi ke lokasi
yang lebih tinggi.
Banjir
tak hanya terjadi di jalan Lintas, melainkan juga dialami warga Pelalawan yang
berada di perumahan sekitaran kota. ada titik banjir yang airnya mencapai 150
centimeter. Hal itu menyebabkan warga terpaksa mengungsi di tenda yang
disediakan Pemkab Pelalawan.
Untuk menanggulangi bencana
musiman tersebut, Bupati Pelalawan HM Harris telah menetapkan status siaga
darurat banjir. Pemerintah juga membawa bantuan berupa logistik dan peralatan
untuk mengungsi.
Sementara untuk rumah yang
digenangi air, hingga kini terdata 2.255 unit. Sementara itu, rumah yang
terendam paling parah terdata 469 unit yang tersebar di berbagai kecamatan.
Meski demikian, tidak semua
warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi. Warga memilih bertahan karena
banjir ini sudah rutin datang setiap tahun, apalagi disaat-saat puncak musim
hujan seperti sekarang ini.
Warga yang mengungsi sebagian
ke tenda yang didirikan pemerintah, dan sebagian lainnya memilih untuk tinggal
di rumah kerabat masing-masing yang tidak terdampak banjir. Sesekali mereka
pulang untuk mengecek rumah.
Dia menyebutkan, banjir juga
melanda di Jalan Pemda, rata-rata ketinggian debit air bahkan mencapai 120
centimeter. Sementara di Jalan Koridor RAPP menuju Langgam bahkan mencapai 170
centimeter.


0 Komentar